Spirit Anak Merapi

SPIRIT TAKKAN PERNAH MATI

Tahun ajaran baru telah dimulai. Anak-anak bangsapun kembali ke bangku sekolah. Meski ada yang tidak lagi dapat meneruskan cita-cita pendidikannya karena keterbatasan biaya, semoga jumlahnya tidak kian bertambah. Dan lihatlah anak-anak sekolah itu! Sorot matanya, langkah kakinya, ceria candanya! Betapa tekad, semangat dan harapan terpancar dari aura nuraninya yang penuh kemurnian. Merekalah tunas muda harapan bangsa.

Kalaupun kita sudah sangat gerah dengan gosip dan gonjang-ganjing politik yang tidak etik di negeri ini, kalaupun kita  tidak lagi berpengharapan akan kesejahteraan yang lebih baik, kalaupun kita sudah sangat berputus asa tentang pemberantasan korupsi, tentang penegakan hukum, pendidikan yang kian mahal, kemerosotan moralitas, dan segala macam tanda kiamat di negeri ini, lihatlah kepada anak-anak kita! Hanya kepada merekalah harapan terbitnya fajar kehidupan yang lebih baik di masa depan layak kita sandangkan. Anak-anak adalah anak jaman. Lanjutkan membaca

Dipublikasi di Tradisi Tiada Henti | Tag , , , , , , | 12 Komentar

Dari Seminar Pendekar Tidar II

BLOGGER BALA TIDAR

GAGAS INTERNET SEHAT

Internet sebagai anak kandung teknologi dan globalisasi seakan sudah menjadi satu keniscayaan bagi masyarakat modern. Perkembangan internet bagaikan reaksi bom nuklir yang tidak terkendali, sangat dahsyat dan mengguncang setiap sendi peradaban manusia. Tidak di kota dan tidak pula di desa, internet bisa diakses dengan sedemikian mudahnya, bahkan lewat telepon genggam. Demikian halnya dari segmentasi umur, pengguna internet tidak terbatas kepada kalangan dewasa, ataupun orang tua. Anak-anak, dari taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga menengah, semua tidak asing dengan binatang internet. Lanjutkan membaca

Dipublikasi di Magelangan | Tag , , , , , , | 9 Komentar

HUT JAKARTA

Apa Ada Angin Di Jakarta

by Komunitas Kenduri Cinta on Thursday, July 2, 2009 at 5:43pm

Ditulis Oleh: Sang Nananging Jagad

Kotanegara Jakarta telah melampaui usia 482 tahun. Berawal dari suatu bandar kecil di muara Ciliwung yang bernama Sunda Kelapa. Setelah pertempuran sengit antara pasukan Fatahilah yang mempertahankan pelabuhan dari bangsa asing, maka Sunda Kelapa kemudian diperintah oleh Pangeran Jayakarta pada tahun 1527. Semenjak itulah Sunda Kelapa lebih dikenal sebagai Jayakarta.

Pasar Baru 1949 Lanjutkan membaca
Dipublikasi di Tradisi Tiada Henti | Tag , | 5 Komentar

KETIDAKJUJURAN

MASA DEPAN NEGERI SURAM

Moralitas adalah pilar peradaban sebuah bangsa. Kejujuran sejatinya merupakan sendi nilai kebenaran. Apakah jadinya bila nilai kejujuran tercampakkan dari kehidupan kita? Akan jadi seperti apakah masyarakat yang dibangun dari sebuah kebohongan? Adakah relevan untuk bersikap jujur di era jaman edan ini?

Sebuah berita membahana ke seantero Nusantara tentang seorang bocah yang disuruh oleh gurunya untuk memberikan contekan kepada teman-teman sekelasnya. Dialah si Alif kecil dari Surabaya. Ibunya yang hanya lulusan tsanawiyah, telah dengan kukuh menanamkan nilai kejujuran di dalam rumah tangganya. Adalah kepolosan Alif yang menceritakan bahwa sang guru telah memojokkannya untuk mengingkari nilai kejujuran yang tertanam dalam di hati sanubarinya. Lanjutkan membaca

Dipublikasi di Sabda Utama | Tag , | 9 Komentar

Merji Jiwo

ARTI MERTI JIWO SEBAGAI LAMPAH HIDUP

Manusia terdiri atas dua dimensi, jiwa dan raga, atau ruh dan jasmani. Untuk mencapai keseimbangan hidup, dipersyaratkan pula kedua dimensi tersebut harus berimbang. Dan keseimbangan ruhaniah dan jasmaniah hanya bisa digapai bila keduanya memiliki tingkat kesucian tertentu. Di sinilah makna pentingnya proses pencucian atau penyucian diri, raga sekaligus jiwa.

Pencucian raga seringkali kita lakukan dengan mandi ataupun cuci tangan, cuci muka, cuci kaki dan cuci kecil yang lainnya. Adapun penyucian jiwa dilakukan dengan berbagai laku ibadah maupun olah jiwa. Adalah sebuah keharusan ketika kita akan melangkah melakukan sebuah kerja ibadah, sebuah perjalanan, ataupun sebuah hajatan, kita awali dengan proses pencucian diri. Inilah inti sari prosesi merti jiwo yang diselenggarakan dalam rangka pembukaan hajat tahunan Tlatah Bocah yang digerakkan oleh Komunitas Rumah Pelangi Muntilan, Sabtu dan Minggu, 4-5 Juni 2011 di kawasan dusun Stabelan, desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali. Lanjutkan membaca

Dipublikasi di Magelangan | Tag , , , , , , , , , | 9 Komentar

Berbincang Internet Sehat

Info lanjut di Komunitas Pendekar Tidar

Dipublikasi di Magelangan | Tag , , , , | Tinggalkan Komentar

Gema Tlatah Bocah V

SAAT PARA BOCAH BERPESTA

Ingin turut bergabung?

Info agenda lebih lengkap silakan ke sini!

sumber: Harian Kompas, Kamis 26 Mei 2011, halaman 13
Dipublikasi di Magelangan | Tag , , , , , | 3 Komentar

Sekolah Negeri atau Swasta

ASAL JANGAN KOMERSIALISASI!

Pendidikan! Hmmm….. kata itu semakin menggambarkan sesuatu yang sangat mewah dan mahal. Sebuah kebutuhan yang semakin melambung di awan tinggi, seolah bagaikan impian abadi yang sangat sulit untuk dijangkau rakyat awam. Butuh nggak butuh sich! Meskipun seharusnya sangat butuh! Bahkan penting untuk kelangsungan generasi masa depan!

Jaman memang kian sulit. Harga kebutuhan hidup semakin meningkat. Sementara pendapatan tetap jalan di tempat. Lalu apa yang terjadi? Kesenjangan antara pendapatan dan pemenuhan kebutuhan semakin lebar. Artinya bahwa skala prioritas sebuah anggaran pendapatan dan belanja sebuah rumah tangga akan terkuras untuk kebutuhan pokok. Kebutuhan primer seperti pangan, sandang, dan papan menjadi penyerap pendapatan yang paling dominan. Akhirnya kebutuhan sekunder semisal pendidikan harus “diakal-akalin” agar tetap terpenuhi, meskipun dalam kualitas yang tidak maksimal. Jer basuki mowo bea, kata orang Jawa. Setiap sesuatu memang memerlukan pengorbanan. Pendidikan apalagi! Lanjutkan membaca

Dipublikasi di SabdaKawula | 7 Komentar

Kilas Inovasi Anak Bangsa

Inovasi dan Indonesia, apakah ada hubungannya? Coba kita renungkan Borobudur yang gagah perkasa sejak abad VIII! Apakah kita bisa membayangkan apa yang ada di pikiran Raja Samaratungga saat ia perintahkan Gunadarma untuk menyusun satu per satu batu Merapi hingga menjadi bangunan suci di bumi Swambara Budhura itu? Di samping penghayatan yang dalam akan ajaran Budha, tentu cita, cipta, rasa dan karsa tinggilah yang terolah menjadi karya besar kebanggaan anak bangsa. Itulah inovasi!
Kitapun bisa merunut bagaimana Majapahit berhasil mempersatukan Nusantara. Sebuah kumpulan pulau, suku bangsa, budaya dan adat istiadat yang berbeda namun menyatu dalam semboyan bhinneka tunggal ikha, tan hana darma magrwa. Sebuah realitas keragaman dalam bingkai persatuan, implementasi politik negara integral. Itupun inovasi. Lanjutkan membaca

Dipublikasi di Sabda Utama | Tag , , , | 10 Komentar