SARI ILMU KENDURI CINTA 2008 (3)

HIKAYAT IDAJIL

Setan1

Di tengah sesi acara Kenduri Cinta sempat terlontar sebuah pertanyaan retoris dari Cak Nun mengenai kenapa Izroil, malaikat keempat yang diciptakan oleh Tuhan justru yang ditugasi sebagai malaikat maut. Padahal semestinya menurut logika yang lebih memungkinkan untuk menuntaskan ruh manusia yang dicipkanNya langsung semestinya adalah asistennya yang paling senior, mengingat bahwa kekuasaan menghabisi nyawa suatu makhluk sangat sederajat dengan kekuasaan untuk menghidupkan suatu makhluk yang tidak pernah diwakilkan oleh Tuhan.

Alkisah, setelah Tuhan Sang Khalik menciptakan alam semesta raya, kemudian beliau ciptakanlah beberapa asisten untuk mengurus alam tersebut. Berturut-turut diciptakanlah Jibril, Mikail, Isrofil, Izroil barulah para malaikat yang lain. Disamping malaikat, Tuhan mencipta suatu makhluk sebagai anak emas kesayangannya. Makhluk tersebut diberinya nama Idajil.

Idajil memiliki sifat dan keunggulan istimewa karena kedudukannya sebagai anak emas. Apapun yang menjadi keinginan Idajil senantiasa diperkenankan oleh Tuhan. Demikian halnya dengan para malaikat yang telah diciptakan terlebih dahulu, senantiasa tunduk dan diperintah Tuhan untuk melayani setiap keinginan Idajil. Adalah tabiat Idajil memiliki kegemaran untuk beranjangsana menjelajahi alam semesta ciptaan Tuhan. Dan di setiap pengembaraannya pula selalu dikawal dan diiringi para malaikat.

Suatu ketika, sampailah pengembaraan Idajil di sebuah planet bernama bumi yang merupakan sisa perkembangan sebuah ledakan dahsyat big bang. Bumi memiliki keistimewaan dibandingkan dengan planet yang lain. Semua unsur yang ada di alam semesta terdapat di bumi. Dengan demikian bumi bersifat makrokosmos terhadap gugusan planet dan bintang yang lain. Keadaaan tersebutlah yang membuat Idajil sangat kerasan tinggal berlama-lama di bumi. Terlebih lagi Idajil juga menemukan sekelompok makhluk penghuni lapisan bawah tanah yang kemudian menjadi kawan karibnya.

Setan2Singkat cerita, Idajil tidak mau lagi kembali ke singgasananya di surga. Hal tersebut secara fakta dinilai sebagai perbuatan makar terhadap kekuasaan Tuhan. Meskipun bisa jadi hal tersebut merupakan skenario besar yang sengaja dibuat oleh Tuhan sebagai suatu proses dialektika sejarah. Namun demikian, Tuhan dikisahkan sedikit muwung akan kebandelan Idajil. Lalu diperintahkannyalah beberapa utusan untuk turun ke bumi guna membujuk Idajil agar bersedia kembali menempati singgasananya di surga.

Sebagai utusan pertama diperintahkanlah Jibril untuk membawa kembali Idajil. Namun sungguh sayang Idajil malah menggertak dengan ganasnya sehingga membuat Jibril tak berdaya. Utusan ke dua dan ke tiga, Mikail dan Isrofil juga mendapatkan hal yang sama hingga terpaksa gigit jari dan membawa tangan kosong ketika kembali ke surga. Utusan selanjutnya dipercayakanlah kepada Izroil untuk membawa paksa maupun sukarela Idajil ke pangkuan surga Tuhan. Pada saat Izroil datang, Idajil menghardiknya dengan ketus dan berusaha melawan. Namun tampang Izroil yang keras dan tanpa komproni akhirnya mampu membabat habis nyali sang Idajil. ”Apapun alasanmu, pokoknya saya membawa mandat langsung dari Tuhan, kowe mau sukarela kembali syukur, nggak mau yo tak rudopekso kowe!” tegas Izroil.

Idajilpun tunduk secara terpaksa di hadapan Izroil. Konon keberanian, ketegasan dan sikap tanpa kompromi inilah yang membuat Tuhan menugasinya untuk mencabut nyawa dari setiap makhlukNya yang bernyawa, alias bertindak sebagai algojo atau malaikatul maut.

Dikisahkan selanjutnya, ternyata Tuhan telah terlanjur duko sehingga Dia memutuskan bahwa Idajil akan dibiarkan menuruti segala kemauannya sendiri. Dan sebagai gantinya, sekaligus Tuhan menugaskan Izroil untuk mengambil segala sari pati kosmos bumi untuk dibentuk menjadi suatu makhluk yang akan menggantikan posisi singgasana Idajil di surga, sebagai kekasih Tuhan. Izroil kemudian mendesain kemudian mengkonstruksi suatu makhluk dengan nilai artistik dan estetik yang sangat luar biasa. Kemudian Tuhan sendirilah yang meniupkan ruh pada makhluk tersebut untuk kemudian mewisudanya dalam suatu upacara jumenengan. Pada acara tersebut diumumkannlah makhuk baru tersebut bernama Adam, sang manusia pertama. Dalam perkembangan selanjutnya diciptakan pula Ibu Siti Hawa dari tulang rusuk Adam untuk menemaninya di surga.

Di lain pihak, keberpalingan Tuhan kepada makhluk baru bernama Adam membuat Idajil cemburu dan dendam kepada manusia. Konon waktu itu pintu gerbang surga dijaga oleh seekor naga raksasa perkasa di sisi kanan, dan seekor merak cantik di sisi kiri. Idajil secara licik kemudian menjelma menjadi seekor ulat kecil yang kemudian diaptok olek sang merak. Idajil bersembunyi dalam usus sang merak untuk kemudian keluar bersama telek merak yang secara tidak langsung telah membawanya masuk ke areal surga. Kisah selanjutnya Idajil menipu daya Adam lewat bujuk rayu Ibu Siti Hawa untuk memakan woh khuldi. Hal inilah yang menjadikan Adam Hawa dan semua anak keturunannya terusir dari surga untuk kemudian menghuni bumi hingga datangnya hari kiamat.

Idajil sejatinya adalah substansi makhuknya, sedangkan derivasi sifatnya disebut sebagai syaiton, iblis, juga kelak sebagai dajjal. Maka dari itu sebagai manusia kita telah diperingatkan oleh Tuhan, bahwasanya syaiton dan iblis adalah senyata-nyatanya musuh manusia yang abadi. Oleh karena itu perseturuan manusia dengan syaitonpun akan senantiasa abadi hingga akhir zaman. Wallahu’alam…….[]