ARTI BATUK

 BATUK PRESIDEN DAN BATUK KAWULO CILIK

Batuk

Anda tahu kira-kira jenis penyakit ringan yang tidak pernah diderita orang Bali?Ya…ya, kita tentu mafhum dan barangkali pernah mendengar bahwa di Bali tidak ada orang yang bisa diserang penyakit yang satu ini. Penyakit apakah gerangan? Betul sekali jawaban anda. Batuk! Pertanyaan selanjutnya adalah kenapa orang Bali tidak bisa batuk? Jawaban sederhananya adalah karena orang Bali hanya bisa kena “bathuk”, tentunya bukan bathuknya orang Jawa lho ya! Dan ndilalahnya beberapa minggu belakangan ini abdi dalem sedang diserang batuk ngikil nan ngeyel yang nggak sembuh-sembuh.

Lha kok ndilalahnya juga sang Presiden Susi kok ya ikutan batuk. Bahkan saat pidato di depan para dokter saat peringatan bakti karya IDI, Presiden Susi terbatuk-batuk. Dengan berseloroh sang presiden beralasan bahwa satu bulan lebih memikirkan gonjang-ganjing kenaikan harga minyak dunia membuatnya menjadi stress dan batuk itulah akumulasi bentuk stress yang dialaminya. Luar biasa memang arti batuk bagi seorang pemimpin pemerintahan.

PakeliranKok bisa ya presiden stress? Lebih stress mana sih jadi presiden daripada jadi rakyat? Rakyat tiada lagi tempat mengadu dan bergantung. Rakyat tiap hari hidup mandiri, mencoba bertahan dari berbagai himpitan hidup tanpa pemerintah bisa meringankannya, bahkan semakin menambah berat himpitan tersebut. Contoh paling hangat ya kebijakan menaikkan harga BBM kemarin itu to? Bahkan kebijakan pemerintah seringkali semakin menambah beban hidup rakyatnya. Kemudian dimanakah keberpihakan pemerintah pada rakyat?

Para pejabat di jajaran pemerintahan digaji dan dijamin hidupnya dari uang rakyat. Lha rakyat siapa yang menggaji, siapa yang memberinya makan? Yo cari dhewe sana! Urusan sampeyan rakyat jelata, para kawulo cilik yo taat membayar upeti, membayar pajak kepada negoro. Titik!

Lha kalau batuk saya yang kawulo cilik ini maknanya terus yo apa? Ataukah batuk itu mencitrakan kegundahan wong cilik akibat goncang-ganjing niat pemerintah yang ingin menaikkan harga BBM kemarin? BBM naik berarti harga barang dan jasa yang lain tentu juga ikut meroket. Transportasi naik ongkosnya, beras naik, sayuran naik, lombok, bawang, brambang, mrico, tumbar, lengo klentik dan lengo mambu naik semua. Terus piye? Pendapatan tidak ada kenaikan, tentunya yang akan terjadi besar pasak daripada tiang. Apa hidup sudah mesti berhenti? Duh Gusti, terus gimana nasib wong cilik ini?

SuyudonoApakah negeri republik yang kita cintai ini, yang seabad yang lalu mulai dicita-citakan oleh para perintis pergerakan nasional untuk kemudian mencetuskan tekad untuk bangkit bersama sebagai satu bangsa pada saat ini telah menjadi sebuah kerajaan? Dan apakah kerajaan tersebut dipimpim oleh Sang Prabu “DurYUDHOYONO” dengan Sang Rekyono Patih Betara “KALLA”? Kalau begitu apakah negeri ini memang telah berubah menjadi Astinadipura?

Kalau begitu kita harus siap dong menghadapi pralaya sebuah perang mahadahsyat yang kehebatannya melebihi Perang Dunia I dan II di abad lalu. Mau tidak mau keangkaramurkaan di atas muka bumi harus dihancurkan. Dan jalan itu nampaknya tiada lain adalah Baratayudha. Dalam Baratayudhalah Tuhan meng”interi” gabah las sehingga terpisah dari gabah gabuk. Becik ketitik ala ketara, yang baik akan muncul dan yang salah akan terlihat secara telanjang kesalahannya. Ati-ati saja![]

Tentang sangnanang

Diriku hanya seorang hamba yang diperjalankan di malam hari. Diriku hanyalah seorang sudra, serendah-rendahnya manusia sehingga tiada satupun manusia yang sanggup dan mampu untuk merendahkan diriku. Diriku hanya seorang papa tanda punya apa-apa, sehingga diriku tiada pernah merasa kecurian dan kehilangan. Diriku hanyalah sekedar manungso tan keno kiniro, titah sewantah jalma limrah, titahing Kang Maha Endah.
Tulisan ini dipublikasikan di Sabda Utama dan tag . Tandai permalink.

21 Respon untuk ARTI BATUK

  1. Rita NusaIndah berkata:

    Hmmm Kalo mas jadi Persiden, pasti mas tidak akan lebih stress ketimbang rakyat????
    btw. thax ya udah mampir…..

  2. Rita NusaIndah berkata:

    Mas, tdi aku salah baca, kirain huruf yg berada di depan ‘t” itu = a hehehe

  3. Kus berkata:

    memang kalo nomong itu gampang trus unnnnjuk rasaaaaaaa
    ,,,,,,,coba elo yang jadi presiden,saya yakin pasti elo
    yang “mencret”

  4. cewektulen berkata:

    klo yang batuk presiden, luar biasa ya??? :p

  5. edy berkata:

    lebih stres mana rakyat sama presiden?
    mmm ga tau deh, mas :) kan katanya angin lebih kencang menerpa dahan yg di atas

  6. Elys Welt berkata:

    heran… kenapa orang2 berlomba2 mau jadi presiden ?

  7. ndop berkata:

    presiden juga manusia!!

    *mbelo presiden MODE ON*
    saknone presiden nang ndi-ndi diseneni.. pisan-pisan dilem lah…

  8. wieda berkata:

    waaa…klo wong cilik batuk itu jamak ndoro..
    tapi klo penggede batuk…kui jenenge kampungan

    wong batuk kui penyakit kampungan….penyakite wong cilik sing kurang mangan

  9. daniel berkata:

    mas ini ada-ada saja, masa batuk pake membeda-bedakan kasta. ..

  10. sayur asem berkata:

    dengan komposisi pemimpin yang begitu kita sadar di posisi mana kita berada saat Bharatayudha tergelar nanti.. nasib..

  11. Aris berkata:

    Kalau yang batuk itu orang batak memakai batik dan membawa batok kelapa bagaimana?

  12. Ndoro Seten berkata:

    @Rita Nusaindah:
    untuk lulus jadi presiden mestinya harus lulus dulu menjadi rakyat to…
    makasih sudah mampir balik,
    “t” itu maksude yo opo yo?

    @Kus:
    masak to presiden bisa mencret, emang presiden makan di pinggir kali juga po?

    @cewektulen:
    itulah “politisasi” batuk mbakyu…

    @edy:
    tapi kang, dalam filosofi “bocah angon” pemimpin itu di belakang dan rakyatlah si bocah angon sang pemimpin sejati itu…

    @elys welt:
    itulah bagi orang yang silau akan gumebyaring ndonya mbak..

    @ndop:
    ndilalah wae mbales komentarnya hari senen, jadi yo terpakso diseneni lah!

    @wieda:
    kesimpulane sang presiden kampungan.
    gitu po yo?

    @daniel:
    sekali lagi inilah politisasi batuk,
    beda lagi kalau gunung merapi yang batuk le!

    @sayur asem:
    gajah bertarung sesama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah…
    begitulah kira-kira nasib wong cilik!

    @Aris:
    bisa jadi artinya bapak potak botak ngampak katak…

  13. Rita NusaIndah berkata:

    Kirain seTAn ( sempet merinding sih), tawnya seTEn hehe…ouw, van magelangnya ketinggalan…

  14. mungkin pak presiden ditolak oleh rumah sakit gara2 pakai ASKESKIN
    :D

  15. Ndoro Seten berkata:

    @Rita NusaIndah:
    oh…itu toh
    banyak yang salah kira memang
    tapi yo itulah manungso tan keno kiniro, manusia sulit ditebak mbake!

    @Kang slamet:
    wow…baru tahu kalau presiden dapat askeskin to!

  16. novee berkata:

    Sang Prabu “DurYUDHOYONO” dengan Sang Rekyono Patih Betara “KALLA”
    hahahaaa.. ada2 aja!
    Sabaaarrr.. ga semua naek koq!
    tiap hari kolor masih turun.. hahaha
    *ngapaen lah banyak pikiran & misah-misuh.. di sejarah negri ini, dr jaman rekiplik yg udah naek ga mgkn bisa turun..so hadapi aja, rejeki udah ada yg ngatur..*

  17. annida berkata:

    wathok mawon onten maknane nggih mas
    nopo meleh nek mriyang nopo panas?
    onten-onten mawon republik niki gadah “ratu”

    wathuk mawon onten artine

  18. Ndoro Seten berkata:

    @novee:
    siiip mbake…
    tapi yang di dalem kolor malah naik turun to?

    @annida:
    nopo malih watuke mbah maridjan nggiih?
    rosa-rosa!

  19. rian adhivira berkata:

    berarti batuknya haha Presiden Susi beda yah?

    “Becik ketitik ala ketara, yang baik akan muncul dan yang salah akan terlihat secara telanjang kesalahannya”

    bener mas, setujuu !!

  20. sangnanang berkata:

    @rian adhivira:
    moga saja begitu mbake…

  21. baby berkata:

    Nice website!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>