KATROK KUNING
Ndalem KK Juni 11th, 2008KANG BAWOR MAIYAHAN
Alkisah, tersebutlah seorang teman seperguruan yang memiliki sikap nyleneh bin aneh serta ndridhis ala si Bawor alias Bagong anak sang kiai Semar di pedukuhan Klampis Ireng. Demikianlah para bedhes di lereng Gunung Ungaran akhirnya memberikan julukan.
Suatu malam di sepertiga malam akhir bulan Ramadhan 1426 H, si Bawor saya ajak untuk sedikit ngangsu kawruh ke Masjid Cut Meutia yang kebetulan juga menghadirkan Cak Nun plus wadyabala Kiai Kanjengnya. Layaknya mau pergi main sepakbola sebagaimana dilakukakannya hampir tiap minggu pagi di lapangan Polri Blok M atau di Senayan, si Bawor mengenakan celana kolor kuning idolanya.
Saya dan Bagor kemudian mengingatkan si Bawor untuk lebih baik mengenakan celana panjang atau sekalian sarungan, mengingat acara yang akan kami kunjungi bersifat pengajian umum. Namun dasar si Bawor, ia tetap bersikeras bahwa acaranya nanti diselenggarakan di pelataran mesjid jadi tidak usah terlampau formal.
Akhirnya kami bertiga berangkat dengan mengendarai si Bajaj yang mengantarkan kami ke Gondangdia. Seturunnya dari bajaj, kami segera melongok tempat penyelenggaraan acara yang memang berada di pelataran mesjid. Namun demikian tempat tersebut telah ditata dengan deklit dan segala uba rampenya, juga digelar karpet bersih sehingga nampak anggun. Si Bawor jadi sedikit keder dengan celana kolor kuningnya, melihat para tamu yang datang semua berpakaian rapi ala akan sembahyangan.
Namun bukanlah si Bawor kalo tak punya akal panjang. Ternyata tanpa sepengetahuan kami, dia sudah mengantisipasi segala kemungkinan sehingga di dalam tas kumelnya telah tersedia sebuah celana panjang nan hitam legam. Namun kemudian yang menjadikan sedikit kebingungan kami, dimana ia akan berganti celana? Mengingat kami berada tepat di depan pintu gerbang mesjid dan kami belum tahu posisi kamar kecil sekedar untuk berganti celana, ditambah lagi suasana yang sudah sedemikian ramainya.
Dasar si Bawor……tengok kanan kiri mencari posisi aman. Akhirnya dilihatnya sebuah gerumbulan wit awar-awar di pinggir jalan. Bawor langsung ndodhok ngumpet di grumbulan itu untuk bersalin celana. Dan tret…..tetet sejurus kemudian keluarlah si Bawor dalam keadaan sudah bercelana panjang. Dasar cah ndeso………..bagaimana jadinya kalo ada uler atau ulo yang menggerayanginya coba, dan opo ragatelen nganune yo?









Juni 11th, 2008 at 8:26 am
wah, tahu dia ganti di grumbulan gitu tak injen mas…
Juni 11th, 2008 at 8:28 am
halah… apa gak ada orang di sekitarnya tho mas? gini aja, besok dia suruh bawa sarung deh… sampeyan berdua nggoceki sarunge, dia biar umek di dalam ganti celana… hehehe
Juni 11th, 2008 at 9:59 am
wakakakakakakk…ada-ada aja si Bawor, tapi cerdik juga ya dia.
Juni 11th, 2008 at 9:59 am
hahahaha..
untung gak ada uler..
nekat amat si bawor ya ndoro
Juni 11th, 2008 at 11:53 am
Coba sekarang tanyakan ke Bawor Ndoro..”apa nganunya masih?”
Jangan2 tersangkut di rumbuk-rumbuk tadi. Heheheheh
Juni 11th, 2008 at 3:45 pm
Wah… kalau saya sih cuek aja, kalau dalamnya pakai GT-Man sih bakalan “aman2″ aja! Apalagi kalau GT-Man Boxer… seperti pakai celana kolor biasa aja kan….?
Juni 11th, 2008 at 7:41 pm
Wow… bisa ada kejadian uler mangan uler ndoro. Untung gak terjadi apa2 ya?
Juni 12th, 2008 at 7:13 am
@mlandhing:
he…hati-hati yang suka ngijen, ntar trimbilen lho!
@ilalang:
apa nggak lebih efektif karung goni?
@daniel:
itulah kelebihan Bawor mas…
@hanggadamai:
coba ada uler yo mas,
pasti gatelen ‘anu’nya yo…
@poo:
itulah yang sampai sekarang masih saya sangsikan kang…
@satpam kopel:
lha waktu itu dia nggak pake opo-opo je…
@mufti am:
siapa yang jadi uler dan siapa yang dimakan uler yo?
Juni 12th, 2008 at 8:56 am
awar-awar itu yang kaya gimana sih? sampe bisa buat ngumpet salin kathok?
Juni 13th, 2008 at 12:11 pm
oalah… untung kabeh sik lengkap to ..???
Juni 14th, 2008 at 8:08 am
nekat iku mas…
Juni 16th, 2008 at 12:01 pm
itu namanya nekad, heheheh…
tapi cerdik juga.
Juni 17th, 2008 at 9:12 am
hihihi…..ulat bulu ato tawon….ndak mempan lagi …
aku aja yg ce bisa ganti baju di mobil dijalan raya koq…palagi di semak2…..
Juni 21st, 2008 at 7:48 am
Hehehe…
Nekad… tapi daripada malu ya…
Juni 30th, 2008 at 1:48 pm
@latree:
awar-awar itu tumbuhan perdu yang daunnya hijau mengkilap dengan banyak getah, biasa untuk bungkus tempe gembus….
@anie:
untunge ncen ra ono uler opo ulo!
@kw:
jenenge juga si bawor!
@annida:
cerdik melebihi kancil memang si arek satu ini….
@wieda:
ha….mbledhing di mobil?
wah bisa kena pasal pronoaksi sampeyan!
@Nin:
malu tanda mau po?