KOPDAR HUT KOTA MAGELANG
Sabtu siang itu Alun-alun Magelang memang terasa sangat semarak. Semenjak sehari sebelumnya sudah nampak tertata beberapa panggung kehormatan yang anggun berwibawa. Tak kalah dengan kibasan bendera parpol di minggu-minggu sebelumnya nampak berdiri dengan nggenderanya barisan umbul-umbul warna-warni. Ada gerangan opo yo?
Yang pasti sebagaimana diwartakan melalui berbagai saluran informasi sebelumnya, memang di tempat tersebut sengaja akan digelar Kopdar Akbar Pendekar Tidar. Namun ternyata segala persiapan hajat agung itu bukanlah dikhususkan mangayubagyo kopdaran para blogger. Lha terus ada apa to?
Jauh sebelum rencana kopdar digelar, ternyata pada tanggal tersebut bertepatan dengan hari jadi Kota Magelang yang ke 1103. Welha dalah kok yo tumbu oleh tutup. Berarti kopdaran kemarin itu bisa dikatakan dalam rangka ikut mangayubagyo HUT Kota Magelang. Wah ternyata kota kita sudah berusia uzur ya?
Pertama sampai di ringin bunderan yang tidak lagi ada kurungannya, rupanya tengah berlangsung suatu pertunjukan sendratari sebagai bagian dari pesta kesenian rakyat yang digelar. Tak habis sepeminuman teh datang dua orang pendekar bloger dari tlatah Candimulyo yang memperkenalkan diri sebagai Nahdhi dan Eko. Belum habis basa-basi perkenalan kami, turut hadir Mas Hanafi sang pegawe gupermen Makhelang yang langsung disusul Yudo Blabak.
Mngingat keramaian di pusar alun-alun dan cuaca yang kian terik, dampar lesehan kami kemudian berpindah sedikit ke tepi alun-alun dimana rumput masih segar menghijau bak permadani dari negeri nirwana.
Kalanganpun bertambah meriah dengan bergabungnya Feri Andiyanto, Mukhlisin, Singgih, Shiromdona Prianto, Yunita Andriyani, dan Indah Panuntun Utami. Suasana perbincangan ngalor ngidul ngetan bali ngulon(tapi nggak numpak andhong lho) nampak asyik dan berlangsung semanak meski diantara kami kebanyakan baru sekali bertemu. Itulah barangkali cermin indahnya persaudaraan diantara sesama insan manusia.

Detik-detik upocoro pengetan dumadosing Kitho Magelang berlangsung di tengah terik sapaan sang surya. Telah berjejer rapi di tengah lapangan barisan para punggawa pangembating praja dan kawulo dalem. Ada komunitas onthel VOC, berbagai kelompok kesenian tradisional, para pengantar bulu bekti wetu bumi, barisan siswa pelajar, dan yang pasti para pulisi dan tentara. Upacara terasa spesial karena diadakan dengan pakaian Jawa lengkap bebet surjan bagi kaum pria dan jarit kebayak bagi kaum hawa. Terlebih lagi memang upacara tersebut menggunakan bahasa Jawa Alus.
Selepas lingsir suryo, bersamaan prosesi keluarnya gunungan dari ndalem kauman, pendekar blogger yang bergabung kian bertambah. Turut hadir kemudian Mbakyu Emo dan Raden Dobelden yang kemudian disusul oleh Kang Ciwir dan Nur Rokhim yang baru selesai kungkum bandwith di Gunung Kelir.

Sambung rasa kemudian mengarah sedikit serius dengan kedatangan Kang Rojingun dari Kaliangkrik yang memaparkan kondisi kampung halamannya di lereng Sumbing bagi sebuah ide pembuatan suatu perpustakaan dusun. Gayungpun bersambut dengan banyaknya tanggapan dan sharing informasi diantara para hadirin, bahkan kamipun mengagendakan untuk suatu saat dapat beranjang sana ke sana. Ada yang bertambah antusias? Monggo kita bangun terus tegur sapa dan silaturahmi diantara kita. Salam Bumi Tidar!
Atur Panuwun untuk Para Pendekar Tidar:
- Mas Hanafi(08995045302)
- Nahdhi Geofisik(08562542517)
- Eko Ardyone(085643213598)
- Singgih Dudung(085643526661)
- Mukhlisin Satrio Kajoran(085729277707)
- Feri Andiyanto(085643419187)
- Yudo Adiwiseso(085643484518)
- Shiromdona Prianto(085624438788)
- Yunita Andriyani(085643513132)
- Indah Panuntun Utami
- Emo Temanggung(085729141581)
- Raden Dobelden
- Kang Ciwir(08122642586- (0293) 5800909)
- Nur Rokhim(085642234178 – (0271) 7085058)
- Mas Rojingun
- Keluarga Ponang Magelang

