Tour De Wonosobo

CATATAN WISATA BLOGGER 2009

ss1

Dalam rangka HUT Kabupaten Wonosobo yang ke 184, pemerintah setempat mengundang para wirablogger dari sak indenging jagad Nuswantara untuk hadir di bumi Dieng tersebut. Diantara komunitas blogger yang hadir adalah Pendekar Tidar Magelang, Bengawan Solo, Cah Andong Yogyakarta, BHI Jakarta, DeBlogger Depok, Waroek Ponorogo, Tugu Pahlawan Surabaya, Gadjah Pesing, dan Jogloabang. Acara Wisata Blogger 2009 berlangsung secara maraton dari tanggal 24-25 Juli 2009 yang diikuti tidak kurang dari 60-an blogger.

gununganAcara dibuka dengan menyaksikan kirab akbar masyarakat Wonosobo yang melakukan prosesi pisowanan agung di Alun-alun. Pisowanan ini merupakan simbol kesetiaan para kawulo dan abdi dalem terhadap pemerintahan kabupaten, hal ini dibuktikan dengan asung bulubekti dan glondhong pengereng-ereng berupa berbagai pewetu bumi Wonosobo, seperti kubis, kentang, kacang, karika, purwaceng dan lain sebagainya.

Rangkaian acara rehat sejenak untuk pelaksanaan sholat jum’atan di Masjid Kauman. Setelah sejenak beristirahat di penginapan BLK, peserta Wisata Blogger diajak untuk menikmati hidangan makan siang di rumah pemancingan Sindoro Sumbing. Pengembaraan kemudian dilanjutkan ke Desa Talunombo di Kecamatan Sapuran yang merupakan sentra industri batik tradisional. Di desa ini peserta disuguhi dengan kerajinan batik khas Wonosobo. Konon letak keunikan batik Wonosobo adalah motif tanaman purwaceng dan karika yang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi Dieng, demikian penuturan Mbak Utari.

batik2batik4batik3

Tidak hanya puas menikmati batik dengan segala seluk-beluk pemrosesannya, sempat pula beberapa wirablogger menanyakan kemajuan perpustakaan desa yang kebetulan berada di tempat yang sama. Konon perpustakaan yang dirintis secara swadaya tersebut pernah menjuarai lomba tingkat kabupaten. Tujuan perpustakaan adalah untuk memberikan wawasan cara berpikir masyarakat secara luas, meskipun mereka tidak dapat menikmati kelezatan kue pendidikan karena keterbatasan ekonomi dan akses transportasi yang sulit. Membaca menjadi jendela ke dunia luar. Masalah akses jalan ke Talunombo memang kendala utama yang dirasakan warga bagi pengembangan usaha batik maupun pertanian di wilayah tersebut.

Senja hari diiringi rintik gerimis, rombongan Wisata Blogger menuju pemandian air hangat di Kalianget, bagian utara kota Wonosobo. Di lokasi ini terdapat tiga kolam utama yang terdiri atas kolam air hangat, kolam bermain anak-anak, dan satu kolam berstandar internasional. Menurut penuturan Pak Nada’, pengunjung fasilitas rekreasi tersebut dirasa masih kurang optimal.

kalianget2Beberapa penyebab adalah kurang besarnya sumber air yang berakibat debit air kurang, tidak terpadunya lokasi kolam dengan fasiltas lain seperti taman rekreasi anak dan stadion yang dikenakan tiket terpisah. Di samping itu, pemeliharaan aset tidak diperhatikan sehingga koleksi hewan langka yang dulu pernah dimiliki kini mati semua. Nampaknya perhatian pemerintah daerah setempat untuk memperbaiki dan melengkapi fasilitas mutlak diperlukan dengan didukung promosi yang gencar. Untuk hal tersebut sudah pasti dibutuhkan pula alokasi anggaran yang lebih memadai.

Selepas membersihkan diri dan sholat bersama, rombongan meninggalkan BLK untuk memenuhi undangan Bapak Bupati Wonosobo bersarasehan di Pendopo Kabupaten. Acara yang dipandu Kang Blonthang berlangsung sangat santai, akrab, semanak, dan sudah pasti sumringah. Tampil para empu blogger dari Jakarta seperti Paman Tyo dan Mas Iman Brotoseno. Paman Tyo menyampaikan manfaat blog sebagai media informasi yang melampaui batasan ruang dan waktu. Dengan blog, potensi keunikan suatu daerah dapat diwartakan ke segenap penjuru dunia. Dunia memang telah menjadi ‘selebar daun kelor’ dengan kemajuan teknologi informasi dan telematika.

pendopo1

Adapun Mas Iman Brotoseno selaku Ketua Umum Panitia Pesta Blogger 2009 memaparkan agenda yang akan digelar, dimulai dengan road show di 10 kota besar Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Banjarmasin, dan Makasar. Tema yang diangkat adalah One Spirit One Nation. Dengan tema ini ingin diwujudkan tumbuhnya aksi dan kreasi komunitas blogger di daerah sehingga menggambarkan ke-Bhineka Tunggal Ikha-an dunia blogger di Indonesia.

pendopo2

Giliran kemudian Bapak Bupati Wonosobo mengungkapkan rahasia dunia terkait dengan keistimewaan bumi Wonosobo. Jagad Dieng sejak dulu kala sebagai warisan Dinasti Sanjaya merupakan tanah persemayaman para dewa. Dengan demikian dataran tinggi Dieng merupakan pusat energi mistik spiritualistik melengkapi Segitiga Bermuda dan lintasan Nil di Mesir. Wonosobo adalah ‘payudara dunia’ yang membelah Pulau Jawa secara simetris dari utara ke selatan. Di samping dunia kadewataan, Wonosobo memiliki kekhasan tanaman purwoceng dan karika. Purwaceng merupakan ikon Wonosobo sebagaimana halnya gingseng bagi Korea Selatan.

pendopo4

Bapak Bupati juga sempat mengungkapkan rasa keprihatinan yang mendalam terkait dengan kelestarian lingkungan hidup di kawasan terpadu Dieng. Beberapa gagasan dan konsep pengelolaan lingkungan dituangkan oleh Pak Bupati dalam beberapa buku. Buku tersebut kemudian dihadiahkan ke beberapa blogger terpilih, seperti “Blogger Nasional” Andi MSE. Dengan penyelenggaraan Wisata Blogger ini Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap para blogger dapat lebih mengangkat dan memperkenalkan potensi Wonosobo ke kancah dunia internasional melalui jaringan maya internet yang tanpa batas.

Istirahat malam selepas sarasehan dimanfaatkan oleh para wirablogger untuk berselancar ria karena banjir bandwidth di penginapan BLK yang memang difasilitasi hotspot. Beberapa blogger yang lain terhanyut obrolan dengan sesama blogger yang lain. Namun menjelang tengah malam suasana sudah lengang oleh desahan kelelahan para blogger yang menikmati istirahat sejenak untuk kemudian bangun jam 03.00 menuju puncak Dieng.

fajar1

Puncak Sembungan berdiri menjulang di atas Telaga Cebong. Dalam keremangan bayangan pagi yang diselimuti kabut tipis, nampak menyemut barisan blogger mendaki lereng puncak untuk menikmati sang surya bangun dari persemayamannya. Jalan setapak terjal nan menanjak semakin menantang para blogger untuk segera tiba di puncak. Deru nafas yang menggelora sedikit dapat menghilangkan hawa dingin yang menusuk tulang rusuk. Tidak kurang dari setengah jam, sampailah kami di Puncak Sembungan. Matahari kala itu nampak malu-malu, timbul tenggelam di balik cakrawala. Nampak di sebelah timur keanggunan Puncak Sindoro yang dilatar belakangi Gunung Merbabu, dan Merapi. Di mata Rojingun yang waskita, malah nampak hamparan pedukuhan Ngampon yang mulai menggeliat menapaki hari-harinya.

fajar5

Kunjungan selanjutnya adalah menikmati keindahan warna-warni Telaga Warna. Sebelum memasuki gerbang telaga, para blogger menikmati hidangan sarapan pagi dengan menu sayur jamur, dan daging sapi. Duduk melingkar sambil berkelakar, menikmati kehangatan sinar mentari adalah bentuk keakraban tersendiri yang tidak akan pernah terlupakan.

twarnatwarna5

Telaga Warna, dikatakan warna karena memang air telaga berwarna-warni, mulai hijau, biru, kuning, putih, hingga kemerahan. Konon warna tersebut timbul sebagai akibat kandungan mineral seperti belerang, yang banyak terlarut dalam air telaga. Mengelilingi tepian telaga terdapat beberapa situs keramat seperti Gua Semar, dan Gua Jaran yang menambah nilai mistis kawasan tersebut.

Tujuan perjalanan wirablogger berikutnya adalah Kawasan Candi Dieng. Dalam situs tua yang seumuran dengan Borobudur ini terdapat Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Semar, dan beberapa bagian candi perwara yang sudah tidak utuh lagi. Konon penamaan candi dengan mengambil nama pewayangan hanya penamaan saat penemuan awal candi, sedangkan nama asli candi pada saat dibangun dan dimanfaatkan sebagai tempat beribadah belum diketahui dan masih terus diteliti.

candi7

Dari sejarah pembentukan geologisnya, Dataran Tinggi Dieng di masa lalu merupakan kawasan cekungan yang banyak menyimpan sumber air. Untuk mengeringkan kawasan candi, kemudian dibuatlah sodetan khusus untuk mengalirkan air. Air merupakan perlambang alat penyucian diri sebelum seorang hamba melakukan ritual ibadah suci di kompleks candi.

Selain situs candi, pengunjung juga disuguhi ijo royo-royo pemandangan dinding bukit yang dipenuhi tanaman sayuran. Tak lupa menghiasi pemandangan kawasan candi, nampak beberapa ekor dombos(domba Wonosobo) tengah asyik menikmati rumput di padang luas. Konon jenis kambing ini berasal dari Belanda di masa lalu, dan hanya tersisa sedikit di masa kini. Harga domba per ekornya bisa mencapai Rp. 20 juta.

menjer1Selepas puas menikmati kesejukan angin dataran Dieng, perjalanan dilanjutkan ke Telaga Menjer. Telaga ini merupakan genangan semi bendungan yang bersumber dari terowongan Serayu sepanjang 4 km. Selain dimanfaatkan untuk pariwisata, air telaga juga digunakan untuk memelihara ikan dalam keramba. Di samping itu debit air keluaran yang tinggi digunakan untuk penggerak turbin dan generator pada PLTA Garung. PLTA ini berkapasitas listrik terpasang  kurang lebih 13,5 MW.

Tengah hari selepas menikmati alam pegunungan, para blogger dibawa ke kawasan jajan oleh-oleh di kota Wonosobo. Macam-macam jajanan khas tersedia, mulai dari manisan karika, kripik jamur, kripik sukun, kacang Dieng, dll. Murah meriah lah kata orang, maka tak heran banyak yang memborong belanja untuk oleh-oleh keluarga atau handai taulan di rumah.

ss4Sajian terakhir Wisata Blogger 2009 adalah menikmati kuliner khas Wonosobo, mie ongklok. Dinamakan demikian karena memang proses perebusan mie memakai teknik ongklokan, alias dientrog-entrog pakai serog. Rasa yang khas nan gurih dipadu dengan dua tusuk sate serta tempe goreng, menjadikan beberapa peserta tidak puas dengan satu porsi mie alias nandhuk lagi(padune ngelih…..). Akhirnya kembalilah kami ke penginapan BLK dan berakhirlah pula rangkaian Wisata Blogger 2009 di Wonosobo.

Kesan indah dan ramah tiada akan pernah terlupan oleh sekian wirablogger peserta Wisata Blogger. Dan memang dunia yang penuh dengan keakraban dan persaudaraan adalah motto yang tidak bisa lepas dari komunitas ini.  Rasa terima kasih yang mendalam patut disampaikan kepada segenap panitia dan selamat atas peluncuran komunitas SERAYU sebagai wadah komunitas blogger di Wonosobo. Agenda selanjutnya adalah wisata ke kota Warok Ponorogo di 8-9 Agustus 2009, siapa mau ikutan?

Tentang sangnanang

Diriku hanya seorang hamba yang diperjalankan di malam hari. Diriku hanyalah seorang sudra, serendah-rendahnya manusia sehingga tiada satupun manusia yang sanggup dan mampu untuk merendahkan diriku. Diriku hanya seorang papa tanda punya apa-apa, sehingga diriku tiada pernah merasa kecurian dan kehilangan. Diriku hanyalah sekedar manungso tan keno kiniro, titah sewantah jalma limrah, titahing Kang Maha Endah.
Tulisan ini dipublikasikan di Jogjawarta, Magelangan, Satra Nuklir dan tag , , , . Tandai permalink.

21 Respon untuk Tour De Wonosobo

  1. nitnot berkata:

    hmmmm.., aq yg komen pertama nih mas :)

  2. nahdhi berkata:

    KeduaXXXX…. :p
    Wah kang pengen melu nyang ponorogo tapi le rono meh piye yo?

  3. bangsari berkata:

    berbahagialah sampeyan yang bisa dolan-dolan. sak umur-umur aku durung tau tekan wonosobo je…

  4. nahdhi berkata:

    Kang wis mlebu nang milis durung?

  5. koPREM berkata:

    …matur nuwun wes podo rawuh nang Wonosobo!!! salam tempel seko blogger ndeso..

  6. sayang ngak ada yang ngajak aku :( (

    pengen jalan jalan juga

  7. eMo berkata:

    hebattt… tulisannya tamat ga bersambung.. hehehe

  8. ajengkol berkata:

    Alhamdulillah bisa ikutan hadir disana hehehe Dieng dan Kenangan

  9. gajah_pesing berkata:

    sip, salam blogger!
    alhamdulilah, akhirnya isa turut dalam ber- WISATA BLOGGER

  10. eko berkata:

    apik tenan pemandangane, moga kapan2 bisa ke sana..

  11. luxsman berkata:

    Salam PERKOSA Om….
    Persahabatan Kompak Selalu

  12. ciwir berkata:

    @luxman : ora sudi perkosa kowe nda…

  13. bahtiar berkata:

    endang tenan … :)

  14. Ndoro Seten berkata:

    @nitnot:
    horeee….bisa jadi yang pertama to!

    @Nahdhi:
    lha meh niat tekan Ponorogo tenan?…yo ayo barengan!
    mailist ki jane isih aktif ora to?

    @bangsari:
    mulane ojo mung nggodhok duit wae ndoro…

    @koprem:
    makasih juga atas segala jamuannya lho…

    @eMo:
    lah pingin disambung meneh po?

    @ajengkol:
    moga kapan-kapan diundang mening yo?

    @gajah-pesing:
    untung gajahe ora beser yo disana?

    @luxsman:
    iyo…hari gini main perkosaan lho!

    @bahtiar:
    horeee kang, piye bhi-ne?

  15. chiw berkata:

    ahay! ada diriku terekam jugak.walo secuil doank

  16. indah berkata:

    besok kalo ada wisata lagi saya diajak yaa kang (^^)Vvv

  17. yuud berkata:

    lengkap.. numpank baca aja kang..

  18. Ndoro Seten berkata:

    @chiw:
    oya tuh, tak poto malah ikutan ngintip…

    @indah:
    so pasti wis!

    @yuud:
    monggo kerso wae lah…

  19. chiw berkata:

    aku wes posting jugak lho Kang.

    kok foto fotone mirip yooo…

  20. sunarno berkata:

    Wonosobo tempat wisata yang penuh kenangan, sayangnya saya tidak bisa ikutan

  21. Ndoro Seten berkata:

    @chiw:
    berarti kita ketemuan dong kemarin dulu itu?
    Ponorogo berangkat jugakah?

    @sunarno:
    lain kali moga banyak kesempatan yang lain….hmm,nuhun!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>