DOLANAN YANG TELAH LANGKA
Dolan, dolanan, atau maen dan maenan adalah kebutuhan fitrah seorang bocah. Lewat aktivitas maen seorang anak dipandu lebih mengenal alam dan lingkungan sekitarnya. Di masa modern kini, barulah disadari bahwa kebiasaan maen anak-anak tempo dulu, baik di desa ataupun kampung, lebih bisa mengembangkan kecerdasan dari sisi spiritualisme dan emosionalnya. Maka kemudian muncullah teori otak kanan otak kiri yang hebat itu.
Di masa lalu, pada saat tanah lapang dan kebun masih terbentang luas di setiap sudut kampung, anak-anak bebas bermaen dengan suka gembira. Banyak kreativitas lokal suatu wilayah yang kemudian melahirkan berbagai ragam permaenan yang kini dikenang sebagai permaenan tradisional. Ada jelungpet, jet-jetan, gobak sodor, benthik, kasti, engkling, egrang, serta gangsingan. Ada lagi permisi tuan raja, gabur gambar wayang, padhang mbulanan, cublak-cublak suweng dan masih banyak lagi jenis permaenan yang lain.
Seiring perkembangan modernisasi yang menjadikan desa semakin mengkota, sementara kota semakin padat dengan pemukiman yang mengakibatkan menyempitnya ruang bermain, anak-anak kita menjadi terisolasi dari alam dan lingkungan. Jadilah sebagian besar diantara mereka lebih banyak mengenal permaenan yang bersifat individual semisal game power station, dan rumah adalah segala dunia baginya. Dengan demikian untuk menyeimbangkan perkembangan otak kiri dan kanan yang kini mulai dirasakan pentingnya, diadakanlah muatan pendidikan mengenal alam lewat permaenan tradisional dan kemasan main di kebon atau out bond.

Permaenan tradisional dan penyatuan alam menjadi barang yang langka. Sesuai dengan hukum ekonomi, maka barang yang langka akan memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi. Jadilah sekarang hanya untuk bermain lumpur, mandi dengan kebo, memet ikan, nandur pari, ani-ani yang masih menjadi keseharian bocah dusun harus dibayar oleh anak kota. Dan memang keadaan ini sengaja dimanfaatkan oleh pihak yang melihatnya sebagai peluang bisnis untuk menambang uang. Dunia memang semakin menjadi meterialistis.

Maka sesungguhnya nilai suatu kemajuan modernitas sangat bersifat absurb dan kemudian hanya sekedar menjadi wang sinawang. Anak desa, bocah kampung nan ndeso dikatakan udik. Namun sebaliknya anak kota dididik kembali untuk mengenal keudikan. Aneh kan?
Dengan demikian Kang Rojingun dengan segenap bocah Ngampon yang cedak watu namun adoh ratu harus takzim mengucap syukur kepada Tuhan. Bagaimanpun mereka masih memiliki alam dan tradisi sebagai hadiah teragung peradaban manusia. Maka tidak salah jika kita saatnya mengajak kembali anak dan adik-adik kita untuk kembali maen di luar. Maen di luar yuk! Maen di luar yuk! Begitulah teriak anak-anak Kandank Jurang Doank dalam sebuah lagunya. Hayoo siapa mau ikut?

Kampung Kosong, 2 Agustus 2009
bangsane hujan barat, benthik, kontrakol, pada kemana yah?
dolanan lawas wes akeh sing ilang…
*sedih, ben dino anakku main PS*
kapan2 ke sana ah
Wah kang…. Nek jaman biyen aku isih seneng dolanan Jamuran, Sepak-sekong, Jilumpet, utuk-utuk, Gatheng…. Saiki isih ra yo kang?
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku tersayang
Waaakaakakakakak..
kelimaaaaaxxxxzzzzz
Waaaah permainan zaman kita kecil dulu sekarang sudah gak ada lagi yaaaa.. melatih kerja sama dan gotong royong
SalamSayang
dolanan seko kulit jeruk wis ra eneng meneh
saiki usume kodok maburrr alias flying fox
Di tempat saya sudah tak bisa ditemukan lagi anak2 bermain dengan permainan tradisional. Selain lahannya yang sudah semakin sempit, mereka lebih suka nonton TV, main PS dan jenis permainan modern lainnya.
wuasyik
yang terpenting lagi adalah pemenuhan ruang publik, jo kabeh digusur, koyo nang negoro ku, malang.
dua lapangan bal, digusur buat mal, asyu cen pemkot ki. ruang publik untuk kaum kere buat main bola, ato joging di sekelilingnya dah ga ada.
wah bener banget mas…
saiki cah2 ndeso wis pada ra kenal dolanan local…
malah kenalx karo remote control…
@suwung:
itulah kang, kenapa para orang tua muda juga nggak mewariskan pusaka dolanan itu ke anak turunnya ya?
@Andi MSE:
ya itu barangkali dampak modernisasi yang sempit kita pahami ya Pak?
@iksan:
iya tuh kang, sampeyan kan paling dekat!
@kangboed:
memang permainan tradisional memeiliki filosofi tinggi dalam pendidikan budi pekerti ya kang…
@kang ciwir:
lha wite jeruk yo digusuri je kang!
@mufti am:
inikah modernisasi yang kita inginkan?
@noersam:
ya jelas asyik full wis!
@nothing:
bener kuwi cak! pihat berwenang harusnya bisa lebih bijak lagi…
@ardyan:
desa memang sudah semangkin mengkota sih…
opo meneh dolanan pelok pelem digawe kitiran kaya helikopter. Juan…. bocah saiki wis ora ono sing kenal.
Bener-bener ilan jawane.
Need help please! Has any man or lady acquired any functioning experience while using conditioning computer software from 10BuckFitness? My new private coach swears by these wokouts and he and his son have similarly long gone from simply fire hydrants to tri-atheletes from the last twelve june thru september or so. I’,m in lookup of the very good lifting computer software for bodybuildingFor only 10 bucks- i am considering, but would be thankful for any encounters instead much. Thanks!
Tip top stuff. I’ll epxcet more now.