Info Dari Ngampon

TEKAD NGAMPON MENDUNIA

img_03991

Ngampon adalah sebuah dusun yang terserak di ketiak ketinggian lereng Sumbing. Menempati topografi perbukitan, menjadikan Ngampon seolah tersekat dari dunia luar. Hal ini diperparah lagi dengan kebijakan pembangunan yang terkesan menganak- tirikan warga gunung. Jangankan sarana transportasi yang lebar gilar-gilar, jalan beraspalpun hanya menyentuh ujung jalan masuk dusun.

img_03741Kenyataan yang dirasa hambar, bahkan sangat kecut tersebut ternyata mampu menjadi cambuk pelecut bagi sekelompok remaja yang tergabung dalam Forum Muda Mudi dusun setempat untuk memajukan diri secara mandiri. Meski berada di ketinggian pegunungan tidak menjadikan warga Ngampon tinggi hati. Mereka sebaliknya senantiasa andhap asor dan narimo ing pandum dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Membaca barangkali sudah menjadi kelaziman di kalangan tertentu. Namun bagi warga Ngampon, membaca bisa dibilang sebuah impian kemewahan untuk menguak jendela dunia. Sarana pendidikan formal yang sedemikian jauh untuk diraih, menjadikan buku sebagai pelepas dahaga keilmuan di beberapa kalangan muda mudi Ngampon.

Adalah seorang Rojiun yang menggagas pembentukan sebuah perpustakaan warga. Dengan  menggandeng beberapa rekan sejawat seperti Komunitas Blogger Pendekar Tidar, PATTIRO, PC PMII, maka digulirkanlah ide tersebut melalui jaringan maya. Dan syukur alhamdulillah, respon dari beberapa pihak sangat nyengkuyung ide Ngampon. Walhasil, setelah kurang lebih 4 bulan berjalan tidak kurang dari 400-an buku sudah terkumpul.

img_0380 img_0382

Maka tibalah saatnya untuk ngepyake niat luhur dengan pembukaan penggunaan perpustakaan yang kemudian diberi nama “Ulul Albab”. Niat baik diikrarkan lewat doa dan mantra, hingga pemotongan pita kehormatan oleh Pamong setempat. Acara yang digelar sekaligus dalam rangka mangayubagyo bulan Ramadhan berlangsung hikmat pada Selasa Malam, 11 Agustus 2009. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Pendekar Tidar, PATTIRO, PC PMII, FORMULA, ditambah warga dan para sesepuh setempat.

img_0376Berbagai harapan muncul dari berbagai sambutan yang intinya bahwa peresmian perputakaan Ulul Albab merupakan titik awal bagi pengembangan program selanjutnya, yang meliputi penambahan dan pengembangan koleksi buku, operasional dan perawatan buku, serta pelatihan pengelolaan dan manajerial. Dari harapan awal tersebut semoga warga Ngampon, terkhusus generasi muda mudinya dapat mengembangkan wawasan diri yang lebih luas dalam menghadapi globalisasi dunia tanpa tersekat oleh keterpencilan wilayah mereka.

Membaca adalah jendela dunia. Maka dengan membaca pula, warga Ngampon bertekad untuk tampil mendunia. Semoga tekad tersebut akan tetap hidup membara di setiap sanubari. Ngampon will go public. Dan dunia akan mencatatnya dengan tinta emas.

Tentang sangnanang

Diriku hanya seorang hamba yang diperjalankan di malam hari. Diriku hanyalah seorang sudra, serendah-rendahnya manusia sehingga tiada satupun manusia yang sanggup dan mampu untuk merendahkan diriku. Diriku hanya seorang papa tanda punya apa-apa, sehingga diriku tiada pernah merasa kecurian dan kehilangan. Diriku hanyalah sekedar manungso tan keno kiniro, titah sewantah jalma limrah, titahing Kang Maha Endah.
Tulisan ini dipublikasikan di Jogjawarta, Magelangan, Sabda Utama, Satra Nuklir dan tag , , , . Tandai permalink.

13 Respon untuk Info Dari Ngampon

  1. ardyan berkata:

    Pertamaxxx….

    wah wis [posting ki mas nanang cepet banget…
    Perpus ulul Albab maju terus… :D

  2. omahmiring berkata:

    Hehehe…. Ketika bagi kita membaca tanpa buku sudah biasa, disana ternyata membaca “pake buku” saja menjadi hal luarbiasa… :)

  3. ernut berkata:

    Hidup ngampon, selamat go international!!

  4. Ndoro Seten berkata:

    @ardyan:
    kita juga harus tetep komit untuk mendukungnya to?

    @omahmiring:
    itulah dunia, serba macem-macem dan penuh relativitas…

    @ernut:
    nggih mbak, matur suwun doanya!

  5. han berkata:

    pidatonya mangtabs mas…
    luwes dicalonke dadi bupati magelang… sesuai amanat dari bala tidar… hehehe pripun mas…?

    *makasih keycodenya gak nyindir saya lagi*

  6. han berkata:

    Wah Pidatonya Mangtabs mas… wes luwes jadi Bupati Magelang dari kalangan Blogger tenan ki, sesuai amanat para Bala Tidar… piye?

  7. omahmiring berkata:

    Hehehehe… Saya sebagai balatidar siap mendukung Nanang Triagung E. jadi calon Bupati Magelang… :)

    Pokoke Magelang Go Blog lah…. Tur yo ben bupatine ki gaul koyo bupati Wonosobo.

  8. ciwir berkata:

    dipersori aku ora isoh teko
    soale anaku lagi rapenak awake////
    sing jelas aku ucapkan SELAMAT….

  9. nitnot berkata:

    setuju mas nanang jadi bupati!! tar biar di magelang sering diadain acara buat bloger. he3

  10. Ndoro Seten berkata:

    @han:
    hayyah…jangan pada dipolitisir to! jadi malu aku…_;(

    @omahmiring:
    iki tunggal dene!

    @nitnot:
    nek aku bupatine neh tak akehi hotspot tiap kecamatan tenan ki!

  11. Mufti AM berkata:

    Keterpencilan wilayah atau daerah bukan halangan untuk terus maju dan mengembangkan diri. Komitmen yang serius dan dukungan setiap warga masyarakat serta pemerintah dibutuhkan agar perpustakan tetap konsisten melayani masyarakat dengan menyediakan bacaan-bacaan yang bermutu sebagai salah satu sarana mencerdaskan kehidupan bangsa.

  12. rojiunmgl berkata:

    matur suwun atas bantunya semoga bermanfaat. amin

  13. Ndoro Seten berkata:

    @mufti am:
    nggih mas, sayange pemerintah seringkali bersikap setengah hati…

    @rojiun:
    dawah sami-sami kang, tetep lanjut kok!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>