Pesta Rakyat Simpedes

PERHELATAN SENI DAN PROMOSI

Rakyat dalam sebuah tata pemerintahan demokrasi adalah pemegang hak kekuasaan negara yang tertinggi. Rakyat berdaulat, maka negara akan kuat. Salah satu ciri negara yang kuat adalah negara yang memiliki jati diri yang kuat, dan tentu saja dijalin dalam rasa persatuan dan kesatuan yang tangguh. Dengan demikian akan terjadi sebuah sinergi antara rakyat dan para pemimpinnya. Inilah makna sejati manunggaling kawulo lan gusti.

Pesta rakyat berbeda dengan pesta demokrasi. Pesta rakyatpun tak sama dengan pesta ulang tahun, apalagi pernikahan. Pesta rakyat bukanlah hura-hura dalam kemewahan sesaat untuk berlupa diri terhadap kenyataan hidup. Pesta rakyat adalah upaya untuk nguri-uri dan menghidupkan kembali semangat keguyuban, semangat kebersamaan diantara rakyat sebagai komponen utama bangsa. Pesta rakyat merupakan rangkaian kegiatan untuk menghidupkan kembali budaya dan sekaligus ekonomi kerakyatan. Itulah secara garis besar konsep tentang Pesta Rakyat yang digelar oleh BRI sebagai bank yang telah memiliki catatan panjang akan komitmennya membantu rakyat kecil.

BRI dalam usianya yang telah melampaui satu abad, merupakan bank dengan jaringan terluas di Indonesia. Fakta ini dapat dilihat dari eksistensi setiap kantor cabang yang tersebar di setiap kecamatan. Melalui produk Simpanan Pedesaan(Simpedes), bank ini bertekad untuk mengentaskan ekonomi rakyat kita yang mayoritas tinggal di pelosok pedesaan.


Sebagai pembina berbagai sentra industri kecil dan rumah tangga, maka dalam Pesta Rakyat Simpedes yang digelar di Alun-alun Kota Magelang beberapa waktu lalu sengaja digelar berbagai stan produk binaan tersebut. Mulai dari produk pangan, sandang, souvenir, aneka rupa jajanan dan kuliner khas magelangan. Semua ditata apik mengelilingi panggung utama sebagai wujud keeratan hubungan antara penyedia modal dan peminjam modal. Inilah perwujudan aktualisasi ekonomi kerakyatan yang bertujuan untuk mengangkat kesejahteraan rakyat.

Satu kebanggaan bahwasanya sistem ekonomi kerakyatan yang berbasis kebersamaan dalam wadah koperasi menarik perhatian dari berbagai negara berkembang di Afrika. Mereka banyak belajar kepada negara kita, khususnya dalam rangka pengentasan ekonomi pedesaan dan daerah terpencil. Maka jangan heran bila di tribun tamu kehormatan bagian depan berderet dan berjejer gundul-gundul ireng dari negeri Ethiopia yang sedang ngangsu kawruh kepada BRI mengenai ekspansi jaringan yang luas hingga mencapai pelosok gunung.


Selanjutnya sebuah pesta tiada akan pernah terasa lengkap tanpa adanya perhelatan seni dan budaya. Seni dan budaya adalah bagian dari eksistensi sebuah kelompok masyarakat. Budaya adalah simbol keluhuran peradaban sebuah bangsa. Dalam Pesta Rakyat inipun sengaja ditampilkan grup ndolalak Puspa Sari dari Purworejo yang menarikan berbagai aksi dan kreasi gerakan yang memukau para pengunjung. Selanjutnya alunan gendang maut dan seruling bambu grup ndangdut Audiesta mengajak pengunjung bergoyang dengan diiringi rintik gerimis yang menambah syahdu suasana alun-alun. Dan sebagai puncak pesta, rombongan rampak bedug lengkap dengan sepangkon gamelan dan sekawan punakawan mengelilingi lingkar alun-alun setelah sebelumnya dibuka dengan rombongan drum band dan naga mas.

Di samping pesta budaya dan pameran produk binaan, acara yang dipandu secara kocak oleh Padhe Joned “Angkringan” inipun menebar beragam hadiah doorprize yang menarik bagi para nasabah maupun pengunjung umum. Adapun hadiah utama perhelatan Pesta Rakyat Simpedes berupa sebuah mobil Avanza hitam mengkilat. Menyesal tidak menyaksikan pesta rakyat di Magelang? Pastikan sampeyan menunggu di Alun-alun Magelang tahun depan.

Cisitu, 19 Juli 2010

Tentang sangnanang

Diriku hanya seorang hamba yang diperjalankan di malam hari. Diriku hanyalah seorang sudra, serendah-rendahnya manusia sehingga tiada satupun manusia yang sanggup dan mampu untuk merendahkan diriku. Diriku hanya seorang papa tanda punya apa-apa, sehingga diriku tiada pernah merasa kecurian dan kehilangan. Diriku hanyalah sekedar manungso tan keno kiniro, titah sewantah jalma limrah, titahing Kang Maha Endah.
Tulisan ini dipublikasikan di Magelangan dan tag , . Tandai permalink.

6 Respon untuk Pesta Rakyat Simpedes

  1. sawali tuhusetya berkata:

    wah, asyik banget nih, mas nanang, nonton pesta rakyat sambil membawa si kecil, hehe …. pasti seneng. jejak bri kayaknya perlu dicontoh nih, mendekatkan rakyat pada dunia seni.

  2. nahdhi berkata:

    arek posting kok potone malah ilang… (doh)

  3. Ndoro Seten berkata:

    @pake sawali:
    segala yang himerakyat pasti mengasyikkan….

    @nahdhi:
    halah mesti kuwur lho arek ki!

  4. sayur asem berkata:

    selamat berpesta Om, ndangdute gayeng ra ? :mrgreen:

  5. Ndoro Seten berkata:

    @sayur:
    soal goyang bergoyang mesti ramene mas…

  6. budies berkata:

    oleh undangane, tapi lali nekani,lah..yo sami mawon

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>