KC MEI 2008
Kenduri Cinta 6 Comments »Hadirilaaaaah……!!!!
Semarak Acara Kenduri Cinta Mei 2008
“SAAT SESAT SESAAT”
Jum’at Malem Sabtu, 16 Mei 2008
Pukul 20.00 - selesai
Parkir Timur TIM Cikini Jakarta Pusat Read the rest of this entry »
Hadirilaaaaah……!!!!
Semarak Acara Kenduri Cinta Mei 2008
“SAAT SESAT SESAAT”
Jum’at Malem Sabtu, 16 Mei 2008
Pukul 20.00 - selesai
Parkir Timur TIM Cikini Jakarta Pusat Read the rest of this entry »
REFLEKSI 20 TAHUN
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM AL IZHAR
PONDOK LABU, 11 MARET 2007
Sebuah tempat yang penuh dengan bunga-bungaan atau bisa dibilang taman bunga, begitulah kurang lebih makna kata al izhar, dan siang itu kami, saya dan seorang rekan nyasar di Al Izhar, sebuah lembaga pendidikan Islam di kawasan Pondok Labu. Berawal dari sms seorang teman di Komunitas Kenduri Cinta yang meminta perkenan saya untuk hadir dalam acara CNKK tepat pukul 13.00 WIB di Al Izhar Pondok Labu.
Jum’at malem Sabtu, 11 April 2008
Pukul 20.00 - selesai
Parkir Taman Ismail Marzuki Cikini Jakarta Pusat
SARI ILMU KENDURI CINTA 2008 (3)
![]()
Di tengah sesi acara Kenduri Cinta sempat terlontar sebuah pertanyaan retoris dari Cak Nun mengenai kenapa Izroil, malaikat keempat yang diciptakan oleh Tuhan justru yang ditugasi sebagai malaikat maut. Padahal semestinya menurut logika yang lebih memungkinkan untuk menuntaskan ruh manusia yang dicipkanNya langsung semestinya adalah asistennya yang paling senior, mengingat bahwa kekuasaan menghabisi nyawa suatu makhluk sangat sederajat dengan kekuasaan untuk menghidupkan suatu makhluk yang tidak pernah diwakilkan oleh Tuhan.
SARI ILMU
KENDURI CINTA MARET 2008(2)
“KRISIS CITA-CITA”
Di awal sesi diskusi Cak Nun melemparkan pertanyaan. Seekor burung yang sekian lama dikurung dalam sangkar, apakah hal selalu diimpikannya atau dicita-citakannya? Jawaban mayoritas jamaah, tentu si burung ingin terbang bebas lepas.
INDUSTRIALISASI CINTA
Malam Sabtu tersebut hujan gerimis hingga deras mengguyur ibu kota sejak selepas maghrib. Namun dinginnya cuaca tak menyurutkan minat ratusan jamaah Kenduri Cinta yang tetap berantusias untuk mendengarkan titah dalem Kiai mBeling. Saya sendiri setelah didera rasa aras-arasen yang luar biasa baru berhasil menginjakkan kaki di padhepokan Ismail Marzuki jam 11.00, di tengah acara. Dan memang seperti dugaan kami, genangan air yang sempat membasahi alas deklit yang dihamparkan, membuat jamaah ndodok atau topo kungkum di atasnya. Hanya “orang gila” memang yang mau melakukannya. Dan saya termasuk di dalam barisan “orang gila” tersebut.
KENDURI CINTA MARET 2008
Jum’at malem Sabtu, 14 Maret 2008
Pukul 20.00 WIB - sampai selesai
Di Taman Ismail Marzuki, Jln. Cikini Raya Jakarta Pusat Read the rest of this entry »
Adalah Mas Edi, pria berpenampilan kalem dan berambut gondrong dengan kaca minus yang malam itu turut nguda roso. Dia adalah seorang wartawan mantan redaktur bertema budaya di sebuah koran besar bergelar Media Indonesia. Dia secara terbuka dan lugas menyampaikan pemaparan mengenai intrik-intrik yang terjadi di dalam rumah tangga koran besar tersebut yang diistilahkannya sebagai pelembagaan agama dalam institusi media massa. Hal tersebut perlu disampaikannya sebagai suatu pembelajaran publik tanpa mau mendeskriditkan kelompok atau agama tertentu.