Ndoro Seten
NDEREK NEPANGAKEN NDORO SETÈN
Ndoro Setèn Kedungsimo(bacaan Setèn seperti pelavalan Senèn) atau Ndoro Guru Kakung, seorang guru kolonial yang tinggal di jalan Setènan, Kedungsimo Kadipatèn Wanagalih, merupakan tokoh dalam novel Para Priyayinya Umar Kayam.![]()
Beliau merupakan sosok priyayi yang menjadi perantara Soedarsono, seorang keturunan pribumi biasa atau wong cilik meraih derajat kepriyayian.
Diinspirasi lakon Sumantri yang ngèngèr kepada Sinuwun Prabu Harjuno Sasrabahu di Projo Maswapati, Umar Kayam ingin menunjukkan bahwasanya kepriyayian sejati terletak pada jiwa welas asih dan pengabdian untuk mengangkat derajat kaum lemah.
Jiwa priyayi tidak secara otomatis menurun dari aliran darah biru, namun butuh suatu proses penggemblengan panjang untuk lulus sebagai manusia seutuhnya.
![]()
Panggilan Ndoro Setèn ditujukan kepada saya oleh Bangsari, sang Menteri Keuangan Republik BHI, karena kesan beliau setelah membaca novel yang kebetulan saya pinjamkan kepadanya pada waktu kami masih sama-sama ngèngèr di nDalem Bu Ageng Kebun Kacang II No. 70.
Menurut Bangsari, yang saya sebut Ndoro Sinyo van Bangsari, karakter saya yang hidup di Jakarta namun masih sangat nJawani atau ndèsit senantiasa mengingatkannya kepada sosok Ndoro Setèn.
Jadilah saya dipanggilnya sebagai Ndoro Setèn van Magelang.
![]()
Meskipun tidak tinggal di jalan Setènan, namun saat ini saya jadi kontraktor(pengontrak rumah) di sisi barat pinggiran kuthogoro.
Ngalamaté Kampung Kosong No.37 RT 04 RW 04
Kelurahan Panunggangan Kecamatan Pinang Kota Tangerang
Provinsi BANTEN
Apabila sampéyan tindakan daerah dimaksud, monggo pinarak mampir!
Gubug kawulo senantiasa terbuka bagi siapa saja yang mengutamakan persaudaran dalam keragaman hidup.
Kontak Dalem:
e-mail:nanang_te03@yahoo.com
Hp. 081513699374






